Home | Contact Us | Guest Book | Report
UNIT REAKSI CEPAT
Yayasan Kutilang Indonesia melalui Program Partisipasi Masyarakat menjalankan misi bernama Jogja Bird Rescue (JBR) yaitu sebuah misi untuk menyelamatkan burung di habitatnya secara langsung. Seperti saat ditemukannya sarang elang hitam yang berisi seekor anakan, program penyelamatan pun segera dijalankan secepat mungkin.

Keputusan menyelamatkan anak elang hitam diambil setelah belajar dari pengalaman di masa lalu, anakan elang hitam selalu hilang dicuri para pemburu burung. Tahun 2000 lalu, anak elang hitam yang dipantau selama enam minggu tiba-tiba hilang. Kejadian ini berulang lagi pada tahun 2002, dua ekor anak elang hitam dari dua sarang yang berbeda juga raib bak ditelan bumi. Elang hitam memiliki laju perkembangan populasi yang sangat lambat karena dia bertelur hanya tiap dua tahun sekali.

Dengan kondisi seperti itulah, “Kutilang memutuskan untuk menjaga sarang elang hitam hingga si anak dapat terbang,” ujar Manajer Program Restorasi Keanekaragaman Hayati, Lim Wen Sin yang hampir setiap hari menunggui sarang itu.

Dalam awal menjalankan misi ini, Kutilang mendapat bantuan dari sekitar 53 relawan yang datang dari berbagai kalangan pengamat burung dan pecinta alam baik dari Yogyakarta maupun dari luar. Setiap hari, secara bergantian 1 hingga 8 relawan menunggui sarang elang itu dari pagi hingga sore hari. Mereka melakukannya dengan suka rela. Selain menjaga mereka juga mencatat setiap perilaku harian elang hitam itu di sarangnya sampai mereka benar-benar aman dari gangguan pencuri yaitu ketika si kecil sudah bisa terbang meninggalkan sarangnya.

“Ini adalah upaya yang bagus,” ujar Sugiman, polisi hutan dari BKSDA Yogyakarta yang bertugas di resort Kaliurang. Menurutnya, upaya konservasi juga harus dilakukan masyarakat sebab konservasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja.

Selain berhasil menyelamatkan si anak elang hitam, Kutilang pun mendapat gambaran lebih jelas tentang kehidupan burung ini. “Dari misi ini, kita mendapat data tentang peri laku elang hitam,” ujar Lim Wen Sin.

Misi penyelamatan anak elang hitam ini terulang lagi ketika pada 2005 dan 2006. Dan semua berkhir dengan kepak kebebasan si kecil mengarungi angkasa. Garis kehidupan sang elangpun terus berlanjut sebagai bagian dari alam yang juga punya hak untuk lestari.

Keberhasilan ini bukan karena kehebatan Kutilang, tapi karena kerja keras dan komitmen yang sungguh-sungguh dari masyarakat yang peduli dengan kelestarian burung di alam. Ini adalah keberhasilan kita bersama.

Kehidupan akan terus bergulir. JBR tidak berhenti sampai disini. Di luar sana, pencurian, perburuan atau apapun namanya selalu ada kemungkinan untuk terjadi. Setiap saat kita harus siap jika alam sudah memanggil.

Kami membuka kesempatan bagi anda dan atau lembaga anda untuk bekerja sama dengan kami menyelamatkan burung di alam melalui program partisipatif masyarakat.

Unit Reaksi Cepat
Pusat Penyelamatan Satwa jogja
Jogja Bird Rescue
Jogja Bird Walk
Avian Influenza
Kabur
Gelatik
Stories
[kosong]
Program
Get Involved
Tips
Donate
Products
News
About Us
[empty]
Paijo
Susilo Ari Wibowo
Dwiantoro K. J. G
Sunaring Kurniandarau
Fakar Fariz
selengkapnya >