Home | Contact Us | Guest Book | Report
Kutilang Hadir Untuk Menyelamatkan Burung dan Lingkungan Hidup
Banyak pekerjaan besar dimulai dari sesuatu yang kecil. Proses sejarah demikian itu juga dialami Yayasan Kutilang Indonesia, sebuah lembaga nirlaba yang bertujuan melestarikan burung untuk menyelamatkan lingkungan hidup.

Lembaga ini berdiri pada tahun 1990 sebagai klub pengamat burung (bird watching) dengan nama Kutilang Indonesia Bird Watching Club di Yogyakarta. Sebagai kelompok pengamat burung diluar lingkungan kampus yang lahir pertama kali di Indonesia.

Pemilihan nama “Kutilang” karena di habitat alamnya, burung ini biasanya hidup secara berkelompok. “Jika di hutan, burung ini akan memberikan peringatan awal jika dirasakan ada sesuatu yang membahayakan,” ujar Sugihartono, salah seorang penggerak awal Kutilang. Terinspirasi dari burung ini, organisasi Kutilang ingin pula menjadi garda depan dalam gerakan penyelamatan lingkungan.

Seiring dengan berjalannya waktu, Kutilang makin menyadari betapa tantangan persoalan lingkungan hidup amatlah luas. “Baju” kelompok pengamat burung pun dirasakan terlalu sempit jika ingin menyelesaikan persoalan lingkungan hidup yang ternyata makin serius. Maka pada tahun 2002 berubah menjadi Yayasan Kutilang Indonesia For Bird Conservation.

“Dengan bentuk yayasan kita dapat berbuat lebih banyak untuk konservasi,” ujar Direktur Eksekutif Yayasan Kutilang Indonesia, Ign. Kristianto. Setelah disusun rencana strategis Yayasan Kutilang Indonesia pada tahun 2004, lembaga ini pun mengadakan penyesuaian dan namanya berubah lagi menjadi Yayasan Kutilang Indonesia.

Dengan format yayasan, Kutilang bergerak lebih jauh untuk turut serta menguraikan ‘benang kusut’ persoalan di ranah lingkungan hidup. Salah satu persoalan serius yang ditanganinya adalah penegakan hukum untuk menghentikan pemeliharaan dan perdagangan satwa dilindungi. bekerjasama dengan The Gibbon Foundation Kutilang mengelola Pusat Penyelamatan Satwa Jogja (PPSJ) yang terletak di Desa Paingan, Kulon Progo. PPSJ adalah salah satu dari beberapa Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) yang ada di Indonesia. PPS berfungsi menampung hewan-hewan hasil sitaan aparat penegak hukum.

Melalui PPSJ ini pula, Kutilang melakukan investigasi soal jaringan perdagangan hewan dilindungi, pendidikan lingkungan untuk anak-anak sekolah dan pelepasliaran kembali hewan-hewan yang berada di PPSJ.

Selain menjalankan proyek besar berupa PPSJ itu, Kutilang secara khusus tetap menaruh perhatian terhadap konservasi burung. Untuk menumbuhkan kecintaan terhadap burung, Kutilang mengadakan kegiatan birdwacthing rutin yang melibatkan semua lapisan masyarakat. Java Bird Walk (JBW) sebuah kegiatan untuk mengamati kehidupan burung di alam yang dilakukan sekali dalam sebulan. Ada pula majalah atau buletin Kabur (Kabar Burung) yang mengupas soal wacana burung dari berbagai sisi.

Atas dukungan United Nation Naval Medical Research Unit #2 (U.S. Namru 2), bekerja sama dengan Indonesia Ornithologist Union (IdOU) dan Pusat Informasi Lingkungan Indonesia (PILI), Kutilang menjalankan penelitian flu burung pada burung-burung migran di Jawa.

Kutilang juga menjalankan program penyelamatan gelatik Jawa dan cagar budaya di Candi Prambanan atas dukungan Ford Motor Company. Program ini juga mendapatkan dukungan positif dari Dinas Pariwisata, Dinas Purbakala dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam D.I. Yogyakarta.

Sedangkan Java Bird Rescue (JBR) adalah semacam ‘unit reaksi cepat’ yang dibentuk untuk menyelamatkan burung di alam. Kegiatan JBR yang pernah dilakukan adalah menjaga sarang burung elang hitam di lereng selatan Gunung Merapi. Keputusan untuk menjaga sarang burung raptor itu diambil mengingat di masa lalu anak burung elang hitam selalu hilang dicuri orang.

Begitulah beberapa kegiatan yang dilakukan Kutilang. Lembaga ini selalu ingin berbuat sesuatu untuk menyelamatkan lingkungan yang ke depan tentu akan semakin rumit dan komplek. Untuk itu Kutilang selalu menyambut hangat uluran kerja sama dari pihak mana pun untuk bekerja bersama-sama menyelamatkan dan menjaga kelestarian lingkungan, tempat dimana kita semua hidup bersama....

Stories
[kosong]
Program
Get Involved
Tips
Donate
Products
News
About Us
[empty]
Paijo
Susilo Ari Wibowo
Dwiantoro K. J. G
Sunaring Kurniandarau
Fakar Fariz
selengkapnya >